Rabu, 28 Maret 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Telur Ayam Seberat 187 Gram Ada di Inggris
Ayam berusia dua tahun ini dimiliki seorang anak bernama Harriet Whitaker di peternakan ayam keluarganya.
"Aku belum pernah melihat telur dengan ukuran sebesar itu sebelumnya. Saya pikir ayam tersebut sudah berubah menjadi burung unta semalam," ujar gadis berumur delapan tahun itu seperti dikutip Daily Mail, Selasa (29/2/2012).
Harriet bahkan membawa telur ke sekolah untuk ditujukan kepada teman-temannya, dan mereka pun sama terkejutnya melihat itu.
"Poppless sungguh kasihan dan pasti kesakitan setelah menghasilkan telur sebesar itu. Tapi, Poppless tampaknya baik-baik saja dan telah berkotek seperti biasanya.
Saya kaget ketika Harriet pertama kali menunjukkan telur itu. Dia berlari ke dapur begitu bersemangat," ujar Ibu Harriet.
"Saya memberi dia makan dari sisa makan malam kami di hari sebelumnya, jadi mungkin makanan dari kembang kol, brokoli dan kecambah memberinya pengaruh," tambah ibu berusia 36 tahun itu.
"Ini telur ayam terbesar yang pernah saya lihat. Saya belum yakin apa yang akan kami lakukan dengan telurnya. yang pasti, itu akan menjadi telur dadar yang sangat besar dan lezat," tutupnya.
Sabtu, 24 Maret 2012
"Telur Ceplok" yang bisa berenang
Jangan sampai mengira bahwa gambar di atas adalah telur ceplok yang bisa dijadikan santapan bersama nasi goreng. Gambar di atas adalah spesies ubur-ubur yang baru saja dilahirkan di penangkaran
Fotografer Torben Webber buru-buru mengambil kamera dan berhasil memotretnya ketika mengetahui makhluk unik ini dilahirkan. Secara alami, ubur-ubur tersebut hidup di wilayah perairan Mediterania. Mereka membutuhkan sinar matahari dalam jumlah besar untuk bertahan hidup.
Hewan ini ditangkarkan Kebun Binatang Basel di Swiss, padahal sebenarnya spesies ini sangat sulit untuk berkembangbiak. Salah seorang staf mengatakan, "Berkembangbiak benar-benar merupakan tantangan bagi spesies ini. Mereka hanya ditemukan di wilayah lepas pantai yang jauh dan transportasi menuju kesana tergolong sulit."
"Jadilah kami harus membuat lingkungan buatan yang meniru lingkungan alami. Kami menyediakan lampu untuk menerangi aquarium serta memastikan ketersediaan makanan yang melimpah," ujar staf tersebut seperti dilansir Daily Mail, Rabu (24/11/2010).
Bentuk ubur-ubur yang mirip telur ceplok atau mata sapi ini disebut medusa. Dalam fase itu, ubur-ubur bisa memproduksi telur yang difertilisasi di air dan berkembang menjadi larva yang diam, disebut polip.
Saat dewasa, ukuran ubur-ubur itu bisa mencapai 35 cm. Berbeda dengan ubur-ubur lain, ubur-ubur jenis ini bergerak dengan bagian putih tubuhnya dengan gerakan menggelombang.
Torben mengabadikan gambar ubur-ubur ini pada tanggal 4 November 2010 lalu dengan kamera Nikon d3s. Ia berkomentar, "Mereka adalah makhluk yang cantik dan memiliki bentuk yang tak biasa."
Fotografer Torben Webber buru-buru mengambil kamera dan berhasil memotretnya ketika mengetahui makhluk unik ini dilahirkan. Secara alami, ubur-ubur tersebut hidup di wilayah perairan Mediterania. Mereka membutuhkan sinar matahari dalam jumlah besar untuk bertahan hidup.
Hewan ini ditangkarkan Kebun Binatang Basel di Swiss, padahal sebenarnya spesies ini sangat sulit untuk berkembangbiak. Salah seorang staf mengatakan, "Berkembangbiak benar-benar merupakan tantangan bagi spesies ini. Mereka hanya ditemukan di wilayah lepas pantai yang jauh dan transportasi menuju kesana tergolong sulit."
"Jadilah kami harus membuat lingkungan buatan yang meniru lingkungan alami. Kami menyediakan lampu untuk menerangi aquarium serta memastikan ketersediaan makanan yang melimpah," ujar staf tersebut seperti dilansir Daily Mail, Rabu (24/11/2010).
Bentuk ubur-ubur yang mirip telur ceplok atau mata sapi ini disebut medusa. Dalam fase itu, ubur-ubur bisa memproduksi telur yang difertilisasi di air dan berkembang menjadi larva yang diam, disebut polip.
Saat dewasa, ukuran ubur-ubur itu bisa mencapai 35 cm. Berbeda dengan ubur-ubur lain, ubur-ubur jenis ini bergerak dengan bagian putih tubuhnya dengan gerakan menggelombang.
Torben mengabadikan gambar ubur-ubur ini pada tanggal 4 November 2010 lalu dengan kamera Nikon d3s. Ia berkomentar, "Mereka adalah makhluk yang cantik dan memiliki bentuk yang tak biasa."
Chandro Tomar, Penembak Jitu Tertua di Dunia
Tomar sudah memenangkan 25 kejuaraan menembak skala nasional di India, meski dirinya adalah seorang ibu dari enam anak dan nenek dari 15 cucu. Keunggulan Tomar dalam menembak juga membuatnya berhasil mengalahkan seorang pejabat kepolisian di India.
"Saya ingin melakukan suatu hal yang berguna dalam hidup saya, dan menunjukkan kemampuan saya di depan banyak orang. Saat saya menembakkan pistol pertama saya, saya terkekut dan saat ini, saya sudah menunjukkan banyak orang bahwa usia tidak menjadi halangan bagi setiap orang untuk melakukan hal apapun," ujar Tomar, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (23/3/2012).
Perempuan berusia 78 itu langsung disambut oleh sekelompok penembak yang ada di lapangan tembak itu.
"Seorang pelatih melihat saya dan kagum atas kemampuan saya dalam hal membidik. Dia pun mengajak saya untuk kembali berlatih di lapangan tembak itu dan saya pun tertarik," imbuhnya.
Pelatih dari regu tembak tersebut, Farooq Pathan, mengatakan, dirinya cukup terkejut ketika melihat Tomar. Pathan menyebut Tomar sebagai seorang penembak dengan kemampuan yang tinggi, tangan yang sigap, dan memiliki penglihatan yang tajam.
Putri Tomar, Seema, juga merupakan seorang perempuan yang sempat mendapatkan medali Juara Dunia Menembak. Seema sanggup menembak dengan senapan serbu dan juga pistol.
Langganan:
Postingan (Atom)